YOUTH EMPOWERMENT, Bogor, 17 Oktober 2026 – Cuaca terik hari ini tidak menyurutkan antusiasme siswa-siswi Kemala Taruna Bhayangkara untuk mengikuti Expert Forum bertajuk “Memberdayakan Generasi Muda Melalui Mobilitas Aktif”. Acara yang berlangsung di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor itu dipenuhi oleh rasa penasaran anak-anak yang sudah dipenuhi banyak pertanyaan tentang bersepeda.
Bagi sebagian siswa, sepeda mungkin identik dengan aktivitas akhir pekan atau waktu luang. Namun sejak pagi ini, di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sepeda mulai diperkenalkan sebagai sesuatu yang lebih dari itu, yaitu sebuah kebiasaan.


Mata anak-anak berbinar begitu melihat bintang tamu utama, si sepeda, memasuki ruangan Welcome Center. Tentunya, untuk membangun budaya bersepeda dalam lingkup sekolah, yang menjadi fokus utama bukan pada penyediaan fasilitasnya, melainkan bagaimana sepeda itu digunakan. Maka dari itu, topik Expert Forum terbagi atas dasar-dasar persiapan dan keselamatan bersepeda, fitting sepeda sebelum digunakan, etika berkendara di jalan, dan cara perawatan sepeda.
Bersama dengan Nurul Ilmi dari Brand Activation Polygon Group dan M. Isa Burhannudin sebagai Senior Mechanic Rodalink membawakan materi secara ringan dan menyenangkan.
“Apa tipe sepeda yang ada di depan kalian sekarang?”
“Road Bike Helios!”
Kuis singkat yang diberikan oleh Ilmi langsung dijawab tanggap oleh hampir seluruh siswa di ruang Welcome Center.
“Sebelum bersepeda, kita harus fitting terlebih dahulu. Dimulai dari fitting sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri.”
Senior Mechanic Rodalink yang akrab disapa Isa itu menjelaskan satu demi satu langkah persiapan bersepeda. Di depannya, 50 siswa-siswi sibuk mencatat penjelasan Isa.
Expert Forum ini merupakan bagian dari kerja sama strategis Polygon Bikes dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) dan Kemala Taruna Bhayangkara untuk membangun ekosistem yang aktif dan berkelanjutan bagi anak-anak.
Membangun Budaya Mobilitas Aktif di Lingkungan Sekolah

Di tengah lingkungan sekolah seluas 12 hektar dengan fasilitas yang terus berkembang, mobilitas aktif menjadi bagian penting dalam keseharian siswa. Berjalan kaki, berlari, berenang, hingga bersepeda bukan hanya aktivitas olahraga, tetapi bagian dari budaya sekolah yang ingin dibangun.
Budaya ini kemudian menjadi fondasi penting bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai minat dan potensi. Sebagai sekolah berbasis kurikulum International Baccalaureate (IB), SMA Kemala Taruna Bhayangkara memandang pembentukan generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademis, tetapi juga non-akademis untuk menunjang fisik, sosial, dan mental.
Karena itu, menurut Dewi Amri, Chief Education Officer YPKBI, pengembangan kegiatan non-akademis seperti duathlon dan triathlon menjadi bagian penting dalam perjalanan siswa untuk membangun disiplin, daya juang, serta gaya hidup aktif yang dapat mereka bawa hingga dewasa.
“Ada dua hal yang bisa kami capai bersama dari kerja sama strategis ini. Pertama adalah membangun kesadaran yang kuat dan kebiasaan untuk menggunakan transportasi tanpa bahan bakar. Kedua adalah menguatkan struktur klub ekstrakurikuler duathlon dan triathlon dalam lingkungan sekolah.”
Dewi Amri, Chief Education Officer YPKBI.

Kolaborasi bersama Polygon menjadi langkah lanjutan YPKBI dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang aktif yang berkelanjutan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Bukan tanpa alasan. Di banyak negara, bersepeda telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda karena menawarkan cara bergerak yang sehat, mandiri, sekaligus ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana ini juga membantu siswa untuk lebih aktif secara fisik dan kolektif.
“Kerja sama antara SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Polygon Cycling menjadi langkah positif dalam mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta menumbuhkan budaya bersepeda melalui berbagai inisiatif, mulai dari edukasi dan lokakarya, donasi sepeda, hingga penyediaan jalur sepeda dan bike shelter.”
Ibnu Susilo, S.Pd., Physical Health Education and CCA Coordinator.
Dalam usahanya untuk menghadirkan budaya aktif secara menyeluruh, SMA Kemala Taruna Bhayangkara hadir dengan fasilitas olahraga berkelas seperti kolam renang dan lintasan lari berstandar Olimpiade yang telah tersedia sebelumnya.
“Untuk mewujudkan standar fasilitas dan komitmen berkelanjutan yang diterapkan dalam YPKBI, kami ingin melangkah bersama mitra yang memiliki visi serta kapabilitas yang sejalan. Dari kesamaan tujuan inilah, kolaborasi antara YPKBI dan Polygon Bikes terjalin. Polygon telah memiliki expertise dan best practice dalam membangun ekosistem bersepeda serta mendukung green school dan lingkungan hijau.”
Muzaki, Partnership YPKBI.
Melalui kerja sama ini, fasilitas bersepeda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara berkembang menjadi sebuah ekosistem yang lebih utuh. Mulai dari penyediaan sepeda balap untuk mendukung program duathlon dan triathlon, hingga sepeda urban yang dapat digunakan untuk mobilitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Seluruhnya diperkuat dengan kehadiran bike lane dan bike shelter yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif, sehat, dan berkelanjutan.
Polygon Serius Mengembangkan Ekosistem Sepeda di Area Sekolah

Sebagai brand sepeda asal Indonesia, Polygon percaya bahwa kebiasaan bersepeda perlu diperkenalkan sejak dini. Sekolah menjadi salah satu ruang yang paling ideal untuk membangun kebiasaan tersebut karena mampu membentuk pola pikir, karakter, dan gaya hidup generasi muda dalam jangka panjang.
“Kami memiliki mimpi untuk bisa membangun ekosistem sepeda secara holistik di Indonesia. Dan bekerja dengan YPKBI dan SMA Kemala Taruna Bhayangkara menjadi salah satu jawaban untuk bisa mengenalkan aktivitas bersepeda di kalangan anak-anak muda.”
Alda Miranda, Brand Marketing Polygon Bikes.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Polygon terus memperluas upayanya dalam membangun ekosistem sepeda yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui berbagai kolaborasi dengan institusi pendidikan. Bagi Polygon, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk mengenalkan mobilitas aktif sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.
“Semoga kolaborasi antara SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Polygon Cycling dapat terus bertumbuh dan berkelanjutan, sejalan dengan visi SMA Kemala Taruna Bhayangkara dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan.”
Ibnu Susilo, S.Pd., Physical Health Education and CCA Coordinator.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menjadi sekolah kedua yang menjadi bagian dari upaya Polygon dan YPKBI dalam membangun ekosistem mobilitas aktif dan pendidikan berkelanjutan di Indonesia, setelah sebelumnya memulai kolaborasi serupa bersama Global Darussalam Academy pada Agustus 2026.


