Juni 2026 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tidak pernah hanya tentang siapa yang berdiri di podium. Dalam satu tim yang sama, ada yang pulang membawa jersey juara nasional, ada yang pulang dengan selisih sepersekian detik, dan ada yang pulang membawa pekerjaan rumah untuk balapan berikutnya. Kejurnas Road 2026 menjadi gambaran lengkap bagaimana sebuah tim balap bekerja.

Dari Junior ke Panggung Nasional, Keiko Menunjukkan Bahwa Regenerasi Sedang Berjalan
Aligya Keiko Hendranata tampil sebagai bintang utama Kejurnas kali ini. Mewakili Jakarta Pro Cycling Team dan ISSI DKI Jakarta, Keiko merebut medali emas di Individual Time Trial (ITT) Women Junior dengan margin lebih dari satu menit — sekaligus mencatatkan dirinya sebagai wanita ke-3 tercepat lintas seluruh kategori, mengalahkan peraih perak Women Elite dengan selisih lima detik. Sebagai seorang junior. Ia kemudian menambah koleksinya dengan medali perunggu di IRR (Individual Road Race) Women Junior. Ini bukan sekadar kemenangan — ini sinyal bahwa masa depan balap sepeda Indonesia ada di tangan yang tepat.

Di Balik Medali Perak, Ada Target yang Masih Ingin Dikejar.
Dewika “Ocha” Mulya Sova — Queen of Mountain Bromo KOM 2026 yang menaklukkan tanjakan Wonokitri dengan selisih tujuh menit dari pesaing terdekatnya — memulai Kejurnas dengan solid: medali perak di ITT Women Elite. Namun di IRR Women Elite, hari itu tidak berpihak padanya.
Ocha berhasil bertahan bersama kelompok terdepan hingga 500 meter terakhir, namun di fase break yang penuh kalkulasi, taktik tidak memilih Ocha. Podium yang sudah dalam jangkauan, berpindah tangan dalam hitungan detik.
“Kejurnas ini termasuk salah satu target saya dalam tahun ini, tetapi dari dua perlombaan tersebut, hasilnya kurang dari harapan saya.” — Dewika “Ocha” Mulya Sova, Jakarta Pro Cycling
Bagi Ocha yang tengah mempersiapkan diri menuju seleksi timnas Asian Games 2026, evaluasi hari ini adalah amunisi untuk hari berikutnya.

Tak Ada Sprint Hebat Tanpa Kerja Tim di Belakangnya
Terry Yudha datang ke garis start sebagai juara nasional dua tahun berturut-turut — merebut jersey Merah Putih di Kejurnas 2023 dan mempertahankannya di 2024. Di IRR Men Elite kali ini, ia harus menelan pil pahit lewat hasil photo finish yang nyaris tak terukur mata telanjang. Namun sebelum itu, ada yang perlu diketahui: di momen paling kritis balapan, rekan setimnya — Aiman, Dealton, dan Januar Alki — bekerja keras menangkap peloton menuju leading group. Kerja tim yang tak terlihat kamera, namun nyata terasa di atas sadel.
“Buat race kali ini saya sangat berterima kasih kepada idola saya yaitu Mas Aiman, Dealton, Januar Alki. Di momen kritis mereka bekerja keras buat tim buat nangkepin peleton ke leading group. Di momen itu saya merasa bahwa teman saya luar biasa — saya harus mati-matian untuk menyelesaikan race ini.” — Terry Yudha, Jakarta Pro Cycling
Dan menjelang garis finish, Terry menjawab pengorbanan tim dengan attack eksplosif di lajur kiri — tajam, berani, penuh determinasi. Potret paling ikonik dari semangat pantang menyerah yang melekat pada DNA Jakarta Pro Cycling.
Ringkasan Podium – Jakarta Pro Cycling Team
| Kategori | Atlet | Medali |
| ITT Women Junior | Aligya Keiko Hendranata | Emas |
| ITT Women Elite | Dewika “Ocha” Mulya Sova | Perak |
| ITT Men Elite | Muhammad Abdurrohman | Perak |
| IRR Men Elite | Terry Yudha Kusuma | Perak |
| IRR Women Junior | Aligya Keiko Hendranata | Perunggu |


