Bandung, September 2022 – Hutan pinus dan hawa sejuk khas Lembang menyambut peserta Polygon Bikepackers 2022 ke-4 begitu tiba di Green Grass, Cikole. Sebanyak 80 cyclist dan komunitas bikepacking dari area Bandung, Jakarta, dan Bekasi turut hadir menempuh 50% medan urban dan 50% medan gravel, serta menaklukkan tanjakan Cijengkol yang terkenal ekstrem dengan gradien tertinggi 26% dan elevasi 830 meter. Bikepackers Bandung kali ini juga berbeda dari sebelumnya dengan hadirnya sepeda urban adventure yang baru saja rilis yaitu Polygon Path X.

Adventuring: Memaknai surga ada di bawah kaki manusia

Di setiap kegiatan Bikepackers, Polygon selalu menggandeng outdoor enthusiast yang membagikan bagaimana berpetualang dengan sekaligus menjaga bumi. Kali ini Siska Nirmala, pendaki asal Bandung yang dikenal dengan campaign-nya selama lebih dari 10 tahun yaitu “Zero Waste Adventure” atau “Expedisi Nol Sampah”, berbagi secara detail bagaimana zero waste saat sedang bikepacking – bagaimana bikepacking tanpa meninggalkan sampah plastik.

“Yang saya suka dari acara Bikepackers ini adalah tak hanya mengenalkan kegiatan bersepeda sambil camping saja, tetapi juga mengenalkan (tentang) cara menjaga alam. Ternyata ketika melakukan bikepacking kita bisa saja merusak alam dan ekosistemnya. Tetapi tidak di Bikepackers ini,” papar Rudi, salah satu peserta Bikepackers.

“Melalui experience dan saling share semacam ini, saya merasa kita bisa semakin menghargai alam. Kita semua semakin memaknai bahwa surga itu juga ada di bawah kaki kita; yang kita pijak ini,” tutur Ilmi.

Kehangatan acara sharing session dilanjutkan dengan Adipati Bob yang berbagi pengalamannya saat touring mengelilingi pulau Jawa sejauh 3.000 km. Mengusung tema riding sambil silaturahmi, bagi cyclist enthusiast yang akrab disapa Mas Bob, yang paling penting dalam bersepeda bukanlah mencapai titik finish dalam waktu tertentu, melainkan keselamatan dari rider.

Single-Rope Technique: Tantangan Baru Dalam Bikepacking

“Setelah bersama melalui Bikepackers tiga kali, tentu kami ingin semakin level-up. Baik dari pengemasan acara maupun isi dari acara itu sendiri agar semakin sesuai dengan soul dari cyclist dan adventurer,” tegas Nurul Ilmi, Ketua Penyelenggara Bikepackers.

Bikepackers kembali menghadirkan night orienteering yang berbeda dan menantang. Selain ditantang mengenai pengetahuan bersepeda, peserta juga ditantang untuk menguasai single-rope technique (SRT) yang merupakan salah satu teknik bertahan hidup pendakian.

“Ini adalah hal baru bagi saya yang sudah sering bikepacking. Harus naik-turun tali dengan cepat dan hati-hati. Ini salah satu checkpoint sekaligus pengalaman paling menarik saya selama mengikuti Bikepackers!” ucap Wildan. “Kapan lagi bisa orienteering malam-malam pakai sepeda?” tambahnya.

“Bikepackers ini sebuah langkah berani dari Polygon untuk menjalin silaturahmi dengan para penggemar sepeda di berbagai kota di Indonesia,” tutur Gustar di akhir acara.

Juga diwarnai dengan peserta yang mencoba produk terbaru Polygon Path X, Bikepackers Bandung menjadi paket lengkap perayaan kaum urban dan adventure.

Nantikan keseruan Bikepackers di kota-kota berikutnya. Salam Bikepackers!

What you can read next

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.