Sebuah visi untuk menghubungkan pendidikan, mobilitas aktif, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem holistik
Yogyakarta, Agustus 2026 – Riuh tepuk tangan terdengar sebagai penutup upacara Dirgahayu Indonesia ke-81 di lapangan SMA Global Darussalam Academy, Sleman, Yogyakarta. Berakhirnya upacara tersebut sekaligus menjadi peresmian SMA Global Darussalam Academy sebagai salah satu sekolah green school di Indonesia yang berfokus pada mendorong pembelajaran berkelanjutan dan mobilitas aktif bagi siswa-siswi.
Visi ini menjawab tantangan krisis lingkungan yang semakin nyata akhir-akhir ini. Sekolah memiliki peran penting sebagai ruang belajar sekaligus tempat membentuk kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan generasi masa depan. SMA Global Darussalam Academy menjadi bukti tindakan nyata, bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga dapat menjadi lingkungan yang mendorong gaya hidup sehat, aktif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Green School, Sekolah Berkelanjutan yang Lebih dari Sekadar Ruang Hijau

Sepeda menjadi jawaban bagi siswa-siswi SMA Global Darussalam Academy untuk mobilitas di area sekolah.
Bagi SMA Global Darussalam Academy, sekolah berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai penambahan ruang terbuka hijau. Sekolah berstandar kurikulum International Baccalaureate (IB) dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama yang berada di kaki gunung merapi dengan lahan seluas 8 hektar ini juga berupaya membangun budaya yang mendukung keberlanjutan ini melalui pengalaman belajar sehari-hari.
Ibu Juanita, selaku Head of Residential Life SMA Global Darussalam Academy, menjelaskan bahwa kegiatan green school ini diterapkan dalam kegiatan keseharian siswa-siswi.
“Mereka membuat alat untuk mengubah sampah organik sisa makanan menjadi kompos. Kompos itu kami gunakan untuk tanaman seperti bunga, hingga sayuran yang ditanam di beberapa area di sekolah ini.”

Melalui pendekatan ini, siswa bukan hanya menerima manfaatnya, tetapi juga diajak untuk menjadi gerakan perubahan dengan memahami bagaimana setiap keputusan dan kebiasaan yang mereka lakukan memiliki dampak terhadap diri sendiri, komunitas, dan lingkungan di sekitar mereka.
Berangkat dari visi ini, SMA Global Darussalam Academy – yang di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) dan Yayasan Sunni Global Darussalam – menjalankan kerja sama strategis bersama Polygon Bikes untuk mewujudkan ekosistem sekolah berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, mobilitas aktif, dan keberlanjutan dalam satu pendekatan yang holistik.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih human-centric, di mana kebutuhan, kesehatan, keselamatan, dan perkembangan siswa menjadi pusat dari setiap perubahan yang dihadirkan.
Kolaborasi Membangun Ekosistem Bersepeda yang Berkelanjutan Bersama SMA Global Darussalam Academy

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2026, SMA Global Darussalam Academy resmi menjalin kerja sama dengan Polygon dalam membagun ekosistem sepeda berkelanjutan.
Bagi Polygon, sepeda bukan sekadar alat transportasi. Lebih dari itu, brand sepeda asal Indonesia ini menegaskan bahwa sepeda bisa menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus ekosistem yang aman. Karena itu, Polygon percaya bahwa upaya membangun budaya bersepeda perlu dimulai dari lingkungan yang mampu membentuk kebiasaan dan karakter generasi muda, yaitu sekolah.
Alda Miranda, Brand Marketing dari Polygon Bikes, menyampaikan bahwa membangun ekosistem bersepeda yang inklusif sudah menjadi mimpi Polygon sejak lama.
“Polygon memiliki visi di mana kami ingin membangun sebuah ekosistem sepeda yang lebih mudah dijangkau bagi masyarakat. Tetapi membangun ekosistem bersepeda bukan sebuah hal yang mudah.”
Meskipun begitu, Alda mengakui bahwa lingkungan bersepeda berkelanjutan yang inklusif tantangannya pun nyata. Dari kebijakan publik, sarana dan prasarana, serta pihak-pihak yang sama-sama memiliki visi untuk membangun ini.
Bagi Polygon, SMA Global Darussalam Academy bukan sekadar mitra, melainkan sekolah yang memiliki semangat dan visi yang sejalan dalam membangun generasi masa depan. Kolaborasi bersama YPKBI ini dihadirkan untuk memperkuat pendekatan yang human-centric, sehingga siswa dapat bertumbuh dalam lingkungan belajar yang lebih sejahtera, aktif, dan berkelanjutan.

Muzaki dari Partnership YPKBI menjelaskan bahwa kebutuhan mobilitas di kawasan sekolah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menghadirkan fasilitas sepeda.
“Sempat ada masukan dari teman-teman karena sekolahnya ini cukup luas. Mobilitas teman-teman dari asrama, ke gedung sekolah, ada juga ke minimarket, ke depan juga saya lihat ada laundry house, itu membutuhkan satu bantuan fasilitas, dan bisa kita bilang bisa dibantu sepeda.”

Pembangunan bike shelter sebagai prasarana untuk membangun ekosistem green school yang komprehensif dalam lingkungan sekolah SMA Global Darussalam Academy
Melalui kerja sama strategis ini, Polygon menghadirkan dukungan berupa fasilitas dan edukasi mobilitas aktif yang diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam membangun ekosistem Green School yang lebih komprehensif. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar mengenai keberlanjutan di dalam kelas, tetapi juga merasakan dan mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga disampaikan oleh Alda.
“SMA Global Darussalam Academy merupakan sekolah pertama kami di Indonesia yang memberikan fasilitas ekosistem bersepeda secara holistik, untuk kita bisa sama-sama berjalan mencapai visi ini.”
Apresiasi terhadap kolaborasi ini juga disampaikan oleh Ibu Juanita.
“Pemberian ini kami terima dengan penuh rasa syukur. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YPKBI dan Polygon. Dukungan ini akan menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan program Green School. Bantuan ini juga mendukung langkah sekolah dalam mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan agar tetap lestari.”
Harapannya SMA Global Darussalam Academy bisa menjadi pelopor pengembangan sekolah hijau yang menghubungkan pendidikan, mobilitas aktif, dan keberlanjutan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Karena dari sini, siswa tidak hanya melihat tetapi juga berpartisipasi aktif dalam perubahan yang lebih baik.


