{"id":78040,"date":"2023-10-23T13:46:56","date_gmt":"2023-10-23T06:46:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/?p=78040"},"modified":"2023-10-23T13:53:04","modified_gmt":"2023-10-23T06:53:04","slug":"ini-yang-kami-nantikan-polygon-bikes-luncurkan-sepeda-gravel-carbon-pertama-yang-serbaguna-jawaban-untuk-ratusan-pesepeda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/ini-yang-kami-nantikan-polygon-bikes-luncurkan-sepeda-gravel-carbon-pertama-yang-serbaguna-jawaban-untuk-ratusan-pesepeda\/","title":{"rendered":"\u201cIni yang kami nantikan!\u201d | Polygon Bikes Luncurkan Sepeda Gravel Carbon Pertama yang Serbaguna, Jawaban untuk Ratusan Pesepeda"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<\/p>\n<p><em>\u201cKapan Polygon rilis sepeda gravel carbon?\u201d &nbsp;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Sebuah pertanyaan yang sudah tak asing terdengar pasca rilisnya Polygon Bend, sebagai <em>seri gravel<\/em> untuk <em>bikepacking<\/em>. Akhirnya, kemarin (12\/10), Polygon Bikes meluncurkan seri Polygon Tambora yang telah dikembangkan oleh <em>product development<\/em> selama dua tahun terakhir. Diklaim sebagai sepeda <em>speed gravel <\/em>berbahan carbon yang merupakan perpaduan sempurna dari kecepatan dan kenyamanan di berbagai medan untuk <em>touring<\/em>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Ini sebagai senjata bagi Polygon Bikes untuk menjawab peningkatan trend <em>traveling, healing,<\/em> dan sepeda gravel yang terus meningkat dan diprediksi semakin digandrungi hingga beberapa tahun ke depan.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Mari bersama-sama kita ulas Polygon Tambora ini!<\/p>\n<h2><strong>Sedikit Latar Belakang: Ternyata Terinspirasi dari Erupsi Gunung Tambora&nbsp;<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align:justify\">Gunung Tambora terkenal dengan sejarahnya sebagai salah satu erupsi terdahsyat yang mengubah iklim dunia pada tahun 1815. Akibat erupsi itu, iklim yang tidak menentu mengakibatkan banyak hewan ternak yang sering digunakan sebagai sarana transportasi pada tahun tersebut jatuh sakit. Hal ini mendorong masyarakat untuk menciptakan kendaraan alternatif lain dan mengembangkan sarana transportasi yang mudah, yaitu sepeda.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/14143245\/tambora-rider.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Dari letusan dahsyat itulah, Polygon Bikes terinspirasi untuk menamani sepeda <em>gravel <\/em>ini sebagai Polygon Tambora untuk mengingat salah satu momen paling bersejarah dunia. \u201cHarapannya tentu semoga Polygon Tambora bisa sama besarnya dengan gunung Tambora. Sekaligus agar kita bisa kembali mengingat momen bersejarah bagi Indonesia dan dunia dan melihat kembali awal mula berdirinya sepeda,\u201d ucap Zendy Renan, <em>Product Development Manager<\/em> dari Polygon Bikes.&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Inovasi untuk Keserbagunaan: Flip Chip Technology&nbsp;<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/14145002\/G5-3-Flip-Chip.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Awal tahun ini Polygon telah mengenalkan teknologi Flip Chip untuk pengguna bisa menyesuaikan <em>setting frame<\/em> sepeda agar bisa digunakan multifungsi melalui Electric Mountain Bike, Polygon Siskiu TE. Sekarang, teknologi Flip Chip hadir di seri Polygon Tambora untuk memberikan pilihan ekstra bagi pengguna; dengan <em>setting speed gravel <\/em>atau <em>all-road<\/em>. &nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/14144834\/Flip-Flap.jpg\"><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/13145315\/MicrosoftTeams-image-4.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Pada pengaturan <em>speed gravel<\/em>, geometri <em>wheelbase <\/em>sepeda Tambora akan lebih panjang dengan <em>head tube angle<\/em> yang lebih rebah, sehingga pengendara akan merasakan stabilitas luar biasa ketika <em>riding <\/em>jarak jauh melewati berbagai medan. Sementara pada pengaturan <em>all-road<\/em>, geometri wheelbase akan lebih pendek dan <em>head tube angle<\/em> yang lebih curam, sehingga memberikan esensi <em>riding <\/em>yang lebih agresif, cepat, dan <em>agile<\/em>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cKami ingin memberikan pilihan bagi pesepepeda yang ingin menjelajahi sekaligus mengejar kecepatan. Dua soul dalam satu sepeda yang sama. Maka dari itu, kami menghadirkan <em>flip chip<\/em>, agar pesepeda memiliki pilihan untuk stabilitas ataupun kecepatan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka,\u201d jelas Zendy.&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Sepeda Gravel Berbahan Carbon Pertama<\/strong><\/h2>\n<p><strong><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/14145031\/4.-First-Carbon-Gravel-Bike.jpg\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Fitur lain yang tak kalah, adalah hadirnya <em>frame <\/em>berbahan <em>carbon<\/em>. Bahannya yang ringan dan <em>stiff <\/em>membuat <em>frame <\/em>berbahan <em>carbon <\/em>dieluh-eluhkan oleh para pesepeda. Jika sebelumnya sudah tak asing digunakan di sepeda <em>road bike<\/em>, kini Polygon Bikes pertama kalinya menghadirkan frame berbahan <em>carbon <\/em>di sepeda gravel. <em>Carbon frame<\/em> ini hadir pada seri Tambora G5, G7, dan G8X; agar <em>power transfer<\/em> lebih optimal agar pengendara dapat mengejar <em>speed <\/em>sekaligus performa jarak jauh yang lebih optimal.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Polygon Tambora memiliki <em>tire clearance<\/em> hingga 45c, yang mampu mengakomodir kebutuhan petualangan di medan <em>gravel <\/em>yang terkenal berpasir sekalipun. Sebagai bonus, seri tertinggi Polygon Tambora G8X dilengkapi dengan fitur <em>wireless shifting<\/em> dari SRAM Rival 1 yang memberikan pengalaman <em>shifting <\/em>lebih mulus.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201c<em>Best of both world!<\/em>\u201d tulis salah satu komentar pada postingan Instagram Polygon Bikes Indonesia. &nbsp;Komentar itu ditulis oleh Denny Stevano, sebagai salah satu penghobi sepeda yang sering berkecimpung di <em>event <\/em>sepeda, seperti Bromo KOM dan Tour de Ambarrukmo, setelah melakukan uji coba pertamanya dengan <em>prototipe <\/em>dari Polygon Tambora G. Tak tanggung-tanggung, Denny mencoba sepeda ini dengan 2 setting untuk melihat perbandingannya.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cSepeda ini sangat nyaman, ya. Saya coba di jalan datar bisa sampai 50 km\/jam. Bahkan <em>speed<\/em>-nya bisa menyamai road bike! Jika melewati jalanan yang <em>bumpy <\/em>atau berpasir, sepedanya juga bisa menahan getaran dengan sangat baik, sehingga tidak terasa <em>stingy <\/em>di tangan pengendaranya,\u201d lanjut Denny pada keterangannya lebih lanjut pada tim Polygon Bikes.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Tertarik? Polygon Bikes telah meluncurkan 4 seri dari Tambora G Series pada 12 Oktober kemarin dengan harga yang menjangkau berbagai kalangan. Dimulai dari harga Rp 9.500.000 untuk Tambora G4, Rp 21.000.000 untuk Tambora G5, Rp 33.000.000 untuk Tambora G7, dan Rp 41.000.000 untuk Tambora G8X. Klik di <a href=\"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/tambora-series-id\/?utm_source=social&amp;utm_medium=polygon&amp;utm_campaign=tambora%20g\"><span style=\"color:#3498db\">sini<\/span><\/a> untuk versi lengkapnya!<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n\n    <div class=\"xs_social_share_widget xs_share_url after_content \t\tmain_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content\">\n\n\t\t\n        <ul>\n\t\t\t        <\/ul>\n    <\/div> \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text] \u201cKapan Polygon rilis sepeda gravel carbon?\u201d &nbsp; Sebuah pertanyaan yang sudah tak asing terdengar pasca rilisnya Polygon Bend, sebagai seri gravel untuk bikepacking. Akhirnya, kemarin (12\/10), Polygon Bikes meluncurkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":78041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[890],"tags":[],"acf":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78040"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78040"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78062,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78040\/revisions\/78062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}