{"id":72788,"date":"2023-09-12T08:05:01","date_gmt":"2023-09-12T01:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/?p=72788"},"modified":"2025-06-05T09:05:35","modified_gmt":"2025-06-05T02:05:35","slug":"bikepackers-bogor-2023-disambut-tanjakan-dan-singletrack-berakhir-pemandangan-puncak-halimun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/bikepackers-bogor-2023-disambut-tanjakan-dan-singletrack-berakhir-pemandangan-puncak-halimun\/","title":{"rendered":"Bikepackers Bogor 2023: Disambut Tanjakan dan Singletrack, Berakhir Pemandangan Puncak Halimun"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145500\/Bikepackers-Distance-Blog.jpg\" alt=\"\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sabtu, 24 Juni menjadi ajang bagi pesepeda dan <em>adventurer <\/em>Jabodetabek untuk mencicipi bersepeda sambil <em>camping <\/em>dalam acara Polygon Bikepackers Bogor. Seperti biasa, sebanyak 90 peserta kembali dibikin \u2018ampun-ampun\u2019 dengan rute Bikepackers kali ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih membawa misi yang sama dengan sebelumnya, Polygon Bikepackers \u2013 sebuah acara yang menggabungkan bersepeda dengan <em>camping <\/em>\u2013 ingin mengenalkan cara yang berbeda dan <em>fresh <\/em>dari acara <em>adventure<\/em> lain. Dan kali ini tak hanya bagi <em>cyclist<\/em>, Polygon Bikepackers juga mengajak komunitas pecinta lingkungan, hingga keluarga untuk bisa merasakan kehangatan dan keseruan acara bersama.<\/p>\n<h2><strong>Apalagi yang Dicari dari Bogor Jika Bukan Rute Tanjakan dan Blusukannya?<\/strong><\/h2>\n<p>[\/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=&#8221;1\/2&#8243;][vc_single_image image=&#8221;72819&#8243; img_size=&#8221;full&#8221;][\/vc_column_inner][vc_column_inner width=&#8221;1\/2&#8243;][vc_single_image image=&#8221;72855&#8243; img_size=&#8221;full&#8221;][\/vc_column_inner][\/vc_row_inner][vc_column_text]<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145445\/ZP-4635.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Benar! Tanjakan dan blusukan yang menyuguhkan banyak <em>single track<\/em> ini menjadi pemandangan tersendiri bagi peserta Bikepackers Bogor. Rute yang hampir menyentuh 30 kilometer ini, 35% dipenuhi dengan <em>unpaved road<\/em>. Dan rute <em>single track<\/em> di area pemukiman warga, perkebunan, hingga hutan yang menyentuh derajat elevasi 15%, menjadi salah satu tantangan terberat yang harus ditaklukkan peserta Bikepackers.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145456\/POLYGON-193-of-951.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cSaya sampai hampir nyasar ke rumah orang!\u201d ucap peserta lain sambil memperagakan dirinya yang terkejut sampai di halaman rumah orang sambil melihat ke <em>cycling <\/em>GPS miliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cDi <em>maps <\/em>cuma 30 kilo, dikira gampang, ternyata luar biasa, rutenya bikin <em>ngos-ngosan<\/em>!\u201d ucap <em>gravel enthusiast <\/em>dari Bandung, Rizal Affif, setelah berhasil menaklukkan rute Bikepackers Bogor kali ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145449\/ZP-4427.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Menuju <em>checkpoint <\/em>pertama, peserta masih diajak pemanasan dengan rute tanjakan ringan kota Bogor dengan elevasi tertinggi 7%. Setelah 14,6 kilometer, peserta tiba di <em>checkpoint <\/em>pertama, Masjid Al Huda, untuk melakukan isi ulang air minum maupun <em>snack bar<\/em>. Perjalanan dilanjutkan dengan rute yang lebih menantang! Menjelang <em>checkpoint <\/em>2, peserta kembali dihadapkan dengan tanjakan <em>single track<\/em> kanan-kirinya berdempetan dengan rumah warga, dan langsung dilanjutkan dengan <em>single track<\/em> hutan, yang elevasi tertingginya menyentuh 10%!<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Puncak kejutan rute ada pada 6 kilometer terakhir, di mana peserta harus menaklukkan tanjakan dengan elevasi 330 meter, dengan medan <em>full <\/em>bebatuan sejauh 2,1 kilometer. Tetapi di balik \u2018penderitaan\u2019 itu, gelak tawa sesama peserta yang akhirnya memilih untuk menuntun sepedanya terasa begitu hangat dan erat.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Tak hanya itu, peserta juga diajak berkeliling mengenal lebih jauh <em>icon <\/em>kota Bogor, seperti Tugu Kujang, hingga menyusuri aliran sungai dari Bendungan Katulampa, sebelum akhirnya dimanjakan dengan pemandangan indah menuju Puncak Halimun Camp di kaki gunung Pangrango. Terbayar lunas sudah lelah dan keringat peserta!<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145438\/Bikepackers-Bogor.jpg\"><\/p>\n<h2><strong>Pro tips!&nbsp;<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li>Gunakan sepeda dengan ban 26\u201d atau 29\u201d dan tentunya memang sudah siap untuk medan light off-road.<\/li>\n<li>Minimalism and lightness motto is key! Bawa tas bikepacking yang kuat, tenda yang ringan, perlengkapan berkemah dan bersepeda, serta pakaian yang cocok.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kamu bisa baca lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/bikepacking-essentials-hal-hal-yang-perlu-kalian-ketahui-saat-bikepacking\/\"><span style=\"color:#3498db\">Bikepacking 101<\/span><\/a> maupun <a href=\"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/4-panduan-mempersiapkan-sepeda-gravel-untuk-touring\/\"><span style=\"color:#3498db\">Touring 101<\/span><\/a> berikut!<\/p>\n<h2><strong>Giving Back to Community: Ini yang ditunggu-tunggu adventurer!&nbsp;<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align:justify\">Tak hanya menyajikan rute yang menantang, acara Bikepackers dilanjutkan kemasan acara menarik lainnya. Sesampainya di Puncak Halimun Camp, peserta disambut dengan tarian tradisional dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya bersama-sama.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Tak hanya bersepeda, peserta lanjut mempelajari <em>single rope technique<\/em> (SRT), di mana mereka harus bisa menaiki atau menuruni rintangan seperti tebing dengan bantuan tali. Di sini peserta bebas melakukan percobaan akan teknik SRT yang diajarkan oleh tim <em>outdoor &amp; extreme sport enthusiast<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145437\/MicrosoftTeams-image-5.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Menjelang malam \u2013 menjadi yang ditunggu-tunggu oleh peserta \u2013 dilanjutkan dengan sharing pengalaman Rizal Affif bersepeda <em>gravel<\/em>. Meskipun sempat diguyur hujan serta hawa dingin khas kota Bogor, peserta tetap menyambut hangat acara <em>sharing <\/em>ini. Kali ini Rizal Affif, atau akrab disapa Kang Affif, membagikan pengalamannya selama sepuluh tahun lebih ia bersepeda.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cIstilah <em>gravel <\/em>pertama kali muncul ketika sekumpulan orang yang suka bersepeda, tetapi mereka tidak mau bersepeda di jalanan aspal saja. Mereka ingin belok ke jalan yang lebih sepi untuk mencari <em>experience <\/em>yang berbeda,\u201d jelas Kang Affif di awal pembicaraannya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Baginya, dengan bersepeda <em>gravel <\/em>ia bisa menemukan banyak pemandangan, pengalaman, dan keindahan spot-spot tersembunyi yang tidak bisa ia dapatkan melalui moda transportasi apapun. Karena pengalaman berkesan inilah, Kang Affif mulai membagikan rute dan perjalanannya ke laman Instagramnya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Lihat perjalanan lengkap Rizal Affif di akun instagramnya @pedallingcoasting!<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Akhir <em>sharing <\/em>ditutup dengan <em>soft launching<\/em> dari sepeda <em>gravel <\/em>terbaru Polygon, yaitu Polygon Bend Series. Hendra Soetantyo dari Product Executive Polygon Bikes menjelaskan sekilas <em>sneak peek<\/em> keunggulan sepeda yang sudah dinanti-nanti oleh <em>adventurer <\/em>selama satu tahun terakhir ini.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cTerakhir setelah kami me-<em>release <\/em>produk Path X pada tahun lalu, sebuah sepeda yang menggabungkan urban dengan <em>adventure <\/em>ini, ternyata <em>feedback <\/em>dan masyarakat sangat baik. Mereka ikut menanti-nantikan <em>line-up<\/em> sepeda <em>gravel <\/em>kami yang telah lama dicari, yaitu sepeda Bend,\u201d ucap Hendra Soetantyo pada awal pengenalan sepeda Polygon Bend Series.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Kang Affif yang berkesempatan menjadi orang pertama yang mencicipi Bend Series ini pun menceritakan pengalamannya selama <em>riding <\/em>dari Rodalink Siliwangi ke Puncah Halimun tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145458\/POLYGON-175-of-951.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cJujur, ini kali pertama saya bikepacking. Dan ternyata untuk bikepacking, sepeda harus bisa mengakomodir banyak kebutuhan kita selama <em>camping<\/em>, sehingga membutuhkan banyak <em>mount <\/em>dan <em>space<\/em> yang cukup untuk membawa barang, sekaligus ringan dan nyaman untuk digunakan di berbagai medan. Dan Bend Series menyediakan itu semua,\u201d papar Kang Affif.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><em>And it\u2019s done! <\/em>Hari pertama berlangsung dengan antusias hangat peserta. Malam hari ditutup dengan acara <em>Night Orienteering<\/em> yang menjadi salah satu <em>icon <\/em>dari Bikepackers. Seluruh peserta secara beregu mengaplikasikan secara langsung apa yang sudah dipraktikan bersama ahli serta ilmu yang dibagikan oleh pembicara dalam <em>Night Orienteering<\/em>. Antusias masih sangat hangat walau sempat terjadi hujan deras menjelang malam hari.<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=&#8221;1\/2&#8243;][vc_single_image image=&#8221;72876&#8243; img_size=&#8221;full&#8221;][\/vc_column_inner][vc_column_inner width=&#8221;1\/2&#8243;][vc_single_image image=&#8221;72869&#8243; img_size=&#8221;full&#8221;][\/vc_column_inner][\/vc_row_inner][vc_single_image image=&#8221;72883&#8243; img_size=&#8221;full&#8221; alignment=&#8221;center&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<h2><strong>Giving Back to Earth: Mengajak Peserta untuk Peduli Lingkungan<\/strong><\/h2>\n<p><strong><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145441\/ZP-5660.jpg\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Tak hanya seru-seruan, Polygon juga tak henti mengingatkan kembali peserta akan pentingnya alam dalam setiap kehidupan manusia. Alam telah memberikan sajian keindahannya yang bisa dinikmati oleh kita, maka dari itu, kita juga harus bisa menjaga dan memberikan kembali kepada alam. Dari alam, untuk alam.&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/13145439\/ZP-5927.jpg\"><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201cSalah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi emisi dengan bersepeda,\u201d ucap Bang Ipul, salah satu perwakilan dari WWF Indonesia yang menjelaskan lebih jauh tentang sampah dan perubahan iklim. \u201cSampah plastik di sungai-sungai juga menjadi masalah lingkungan. Menggunakan tumbler, itu juga bisa untuk mengurangi sampah plastik yang berpotensi merusak lingkungan.\u201d&nbsp;<\/p>\n<p>Acara pun ditutup dengan pelepasan unggas sebagai simbolik dan janji kami akan kepedulian terhadap alam.<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n\n    <div class=\"xs_social_share_widget xs_share_url after_content \t\tmain_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content\">\n\n\t\t\n        <ul>\n\t\t\t        <\/ul>\n    <\/div> \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text] Sabtu, 24 Juni menjadi ajang bagi pesepeda dan adventurer Jabodetabek untuk mencicipi bersepeda sambil camping dalam acara Polygon Bikepackers Bogor. Seperti biasa, sebanyak 90 peserta kembali dibikin \u2018ampun-ampun\u2019 dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":72841,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[890],"tags":[],"acf":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72788"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72788"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73525,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72788\/revisions\/73525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}