{"id":68466,"date":"2023-05-08T17:02:08","date_gmt":"2023-05-08T10:02:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/?p=68466"},"modified":"2025-07-03T15:34:10","modified_gmt":"2025-07-03T08:34:10","slug":"sayu-bella-srikandi-indonesia-mendapatkan-emas-di-sea-games-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/sayu-bella-srikandi-indonesia-mendapatkan-emas-di-sea-games-2023\/","title":{"rendered":"Sayu Bella: Srikandi Indonesia Mendapatkan Emas di Sea Games 2023"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Mei, 2023 &ndash; Sorakan dua kali berturut-turut terdengar dari Kulen Mountain, Phnom Penh, Kamboja selama Sea Games 2023 (6-8 Mei 2023). Dimulai dari Sayu Bella Sukma Dewi, dari cabang MTB, menjadi perempuan tercepat di medan berdebu Cross Country Olympic\/ XCO (6\/5); <em>teamwork <\/em>yang sukses di kategori Cross Country Team Relay (XCR); hingga medan teknikal dari kategori Cross Country Eliminator. &quot;Terima kasih semuanya, medannya teknikal dan skill-nya kepakai banget,&rdquo; ungkap Sayu ke Indonesian Cycling Federation (ICF), Sabtu lalu.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;EMAS KEEMPAT UNTUK INDONESIA! Selamat kepada Sayu Bella Sukma Dewi dari cabang olahraga Cycling-MTB yang berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di nomor Women&#39;s MTB Cross Country Olympic,&rdquo; tulis pihak Kemenpora pada laman Instagramnya (6\/5). Ucapan dan sambutan hangat untuk Sayu telah membanjiri laman Instagram kemenpora.<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][vc_single_image image=&#8221;68467&#8243; img_size=&#8221;full&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Atlet yang akrab disapa Sayu itu berhasil memimpin nomor XCO dengan mengungguli Nur Assyria Zainal Abidin dari Malaysia, dan Yonthanan Phonkla dari Thailand pada hari pertama pertandingan. Meskipun sempat insiden di awal pertandingan hari ketiga, Sayu dan semangatnya menginspirasi anak-anak bangsa.\u202f&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Sementara pada XCR, tim estafet campuran dari Indonesia lain mampu bekerja sama dengan sangat baik sehingga Sayu dapat mengakhiri <em>relay <\/em>hingga garis finis dengan catatan waktu 50 menit 11 detik. <em>Gap <\/em>yang cukup jauh dari tim Thailand di posisi kedua dengan catatan waktu 51 menit 44 detik, dan tim Filipina di posisi ketiga dengan catatan waktu 52 menit 25 detik.\u202f&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Pada ajang ini, Sayu turun menggunakan <em>brand <\/em>sepeda asli Indonesia, Polygon Syncline C series, dengan edisi spesial merah-putih yang telah dipersiapkan untuk Sayu berkompetisi\u202fdi Sea Games tahun ini.\u202f&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Rasa bangga dan tangis haru langsung membanjiri Timnas Indonesia lain. Pencapaian di awal berjalannya Sea Games ini diharapkan mampu membakar semangat atlet-atlet lain untuk kembali menghasilkan pundi-pundi emas di cabang olahraga lain.<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][vc_single_image image=&#8221;68489&#8243; img_size=&#8221;large&#8221; alignment=&#8221;center&#8221;][vc_column_text]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memangnya, apa perbedaan <em>XCO, XCR<\/em>, dan <em>XCE<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Cross-country<\/em> atau XC adalah kategori olahraga MTB dengan medan <em>off road<\/em> yang menggabungkan medan tanjakan, turunan, hingga medan teknikal. Beragamnya <em>range <\/em>medan ini membuat XC membutuhkan <em>skill all-round <\/em>dari MTB, karena <em>rider <\/em>harus mampu mengontrol sepeda dan <em>endurance <\/em>ketika melalui berbagai medan teknikal, sekaligus mempertahankan <em>speed<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat beberapa kategori atau nomor balap <em>cross country<\/em> yang umum diperlombakan. Dan dalam Sea Games 2023 sendiri, ada tiga nomor <em>cross country<\/em> yang menjadi perebutan medali:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Cross-country Olympics (XCO)<\/strong><br \/>\nDalam ajang balap Cross Country Olympics atau biasa disebut XCO peserta harus menyelesaikan beberapa putaran (lap) dan menyentuh garis <em>finish <\/em>di track XC. XCO dimulai secara bersamaan di garis <em>start<\/em>, dan pemain tercepat yang mencapai garis finish akan menjadi pemenangnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Cross-country Team Relay (XCR)\u00a0<\/strong><br \/>\nXCR adalah jenis balap <em>Cross-Country<\/em> yang bertanding secara estafet. Pemain pertama <em>riding <\/em>secepat mungkin menuju pemain kedua, begitu pun pemain kedua menuju pemain ketiga. XCO membutuhkan kerja sama tim yang baik untuk bisa menyelesaikan dan menciptakan jarak (<em>gap<\/em>) dari tim lawan. Satu tim terdiri dari minimum 2 dan maksimum 6 pembalap untuk berpartisipasi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Cross-country Eliminator (XCE)<\/strong><br \/>\nDalam XCE, <em>rider <\/em>beradu kecepatan secara bersamaan dalam satu grup dengan jarak 500-1.000 meter. <em>Rider <\/em>terbagi atas 4 hingga 6 pemain dan dilepaskan secara bersamaan di garis <em>start<\/em>. Dua <em>rider <\/em>tercepat menyentuh garis finish akan masuk ke babak berikutnya, sementara dua <em>rider <\/em>lainnya akan tereliminasi.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tertarik untuk coba?<\/p>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n\n    <div class=\"xs_social_share_widget xs_share_url after_content \t\tmain_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content\">\n\n\t\t\n        <ul>\n\t\t\t        <\/ul>\n    <\/div> \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text] Mei, 2023 &ndash; Sorakan dua kali berturut-turut terdengar dari Kulen Mountain, Phnom Penh, Kamboja selama Sea Games 2023 (6-8 Mei 2023). Dimulai dari Sayu Bella Sukma Dewi, dari cabang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":68467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[890],"tags":[],"acf":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68466"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68466"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68573,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68466\/revisions\/68573"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}