{"id":148928,"date":"2026-02-13T08:00:00","date_gmt":"2026-02-13T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/?p=148928"},"modified":"2026-02-13T15:47:32","modified_gmt":"2026-02-13T08:47:32","slug":"kisah-irene-setiawati-dan-manika-jewellery","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/kisah-irene-setiawati-dan-manika-jewellery\/","title":{"rendered":"Manika Jewellery: Perjalanan Irene Setiawati Menjaga Pertumbuhan Tanpa Harus Terburu-buru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tidak semua keputusan besar dimulai dengan keraguan. Bagi Irene Setiawati, keputusan untuk melanjutkan dan membesarkan Manika Jewellery justru lahir dari keyakinan yang tenang, bukan karena jalannya sudah sepenuhnya jelas, melainkan karena ada nilai, proses, dan karya yang terasa perlu dijaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar tahun 2015, Irene Setiawati memutuskan mengambil alih Manika Jewellery. Usaha ini bukan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tumbuh dari CV Maharani, bisnis keluarga yang sudah berjalan sejak akhir 1980-an, berakar pada kerajinan perak dan batu alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun bagi Irene, melanjutkan bukan berarti mengulang. Ia sadar sejak awal bahwa tantangannya bukan sekadar menjaga usaha tetap hidup, melainkan menumbuhkannya dengan arah yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\"><em>\u201cSaya tidak ragu untuk memulai, meski tantangan berdiri tegas di hadapan saya.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada rasa ragu saat memulai. Tetapi ada kesadaran penuh bahwa produk bagus saja tidak otomatis dipahami. Irene berhadapan dengan pekerjaan yang tidak selalu terlihat dari luar: membangun bahasa agar karya bisa dimengerti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana memperkenalkan desain yang tidak mengikuti tren instan. Bagaimana mengajak pasar menerima kuningan sebagai material perhiasan. Dan yang paling menantang, bagaimana menjelaskan keindahan batu alam yang dibiarkan mentah, apa adanya di tengah selera yang terbiasa pada kilau yang seragam dan \u201csempurna\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di titik ini, pertumbuhan Manika memang tidak cepat. Edukasi membutuhkan waktu. Konsistensi menuntut kesabaran. Namun Irene memilih berjalan pelan, karena ia tahu bahwa mempercepat laju dengan mengorbankan identitas justru akan menjauhkan Manika dari nilai yang ingin dijaga.<\/p>\n<hr noshade=\"noshade\" size=\"5px\" \/>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Beauty in Imperfection, Bukan Sekadar Tagline<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-148939\" title=\"Batu alam premium Manika Jewellery\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1.jpg\" alt=\"Batu alam premium Manika Jewellery\" width=\"1180\" height=\"735\" srcset=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1.jpg 1180w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-320x199.jpg 320w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-1024x638.jpg 1024w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-768x478.jpg 768w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-494x308.jpg 494w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-600x374.jpg 600w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154317\/creative-1-1-250x156.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 1180px) 100vw, 1180px\" \/>Bagi Irene, <em>beauty in imperfection<\/em> bukan kalimat yang dicari untuk kepentingan komunikasi. Ia lahir dari cara Manika memandang batu sejak awal. Batu alam tidak dipilih untuk disamarkan, dipoles berlebihan, atau dipaksa terlihat seragam. Justru sebaliknya, retakan kecil, lubang alami, hingga permukaan yang tidak sepenuhnya halus dipertahankan sebagai bagian dari ceritanya.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\"><em>\u201cBatu itu tidak ada yang sempurna. Justru disitulah keindahannya.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Irene bahkan mengakui, batu yang terlalu \u201csempurna\u201d seringkali terasa membosankan baginya. Kilau yang rapi dan seragam tidak selalu menghadirkan makna. Sementara pada batu mentah, ada jejak alam yang tidak bisa diulang. Ada karakter. Ada kejujuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di titik ini, Manika tidak sedang menjual perhiasan semata, tetapi cara memandang keindahan. Bahwa tidak semua yang bernilai harus tampak mulus. Bahwa ketidaksempurnaan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan, melainkan dihargai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pilihan ini tentu bukan jalan termudah. Pasar terbiasa dengan standar visual tertentu. Banyak yang mempertanyakan mengapa batu tidak dipoles lebih licin, mengapa bentuknya tidak diseragamkan. Namun Irene memilih bertahan. Bukan karena keras kepala, melainkan karena ia tahu, jika identitas ini dilepaskan, Manika akan kehilangan inti dari karyanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring waktu, filosofi ini justru menemukan audiensnya sendiri, mereka yang menghargai keindahan alami, memahami bahwa setiap batu berbeda, dan melihat ketidaksempurnaan sebagai nilai, bukan kekurangan. Di sanalah <em>beauty in imperfection<\/em> berhenti menjadi tagline, dan benar-benar hidup sebagai sikap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak lama setelahnya, Manika Jewellery bertemu dengan satu momen penting. Di Indonesia Fashion Week 2015, Manika hadir sebagai peserta baru. Lokasinya dilewati kurator Kementerian Perdagangan saat itu, Samuel Wattimena. Ia berhenti, melihat lebih dekat, lalu tertarik. Bukan semata karena desainnya, tetapi karena keberanian Manika menampilkan batu alam Indonesia dalam bentuk paling jujur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Irene, pertemuan itu bukan validasi instan, melainkan penguat arah. Sebuah tanda bahwa memilih bertumbuh secara perlahan, dengan mengenali tantangan, bukan menghindarinya, adalah keputusan yang layak diperjuangkan.<\/p>\n<hr noshade=\"noshade\" size=\"5px\" \/>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Krisis Internal yang Mengubah Cara Melangkah<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantangan terberat Manika tidak datang dari pasar global. Ia justru muncul dari dalam, dari hal-hal yang jarang dibicarakan dengan bangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-148949\" title=\"Pengerjaan detail produk Manika Jewellery\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1.jpg\" alt=\"Pengerjaan detail produk Manika Jewellery\" width=\"1457\" height=\"963\" srcset=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1.jpg 1457w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-320x212.jpg 320w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-1024x677.jpg 1024w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-768x508.jpg 768w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-494x327.jpg 494w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-600x397.jpg 600w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154323\/creative-2-1-250x165.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 1457px) 100vw, 1457px\" \/>Sekitar 2017 hingga 2019, ketika krisis ekonomi melanda, penjualan menurun tajam. Target yang sebelumnya terasa realistis tidak tercapai. Keuangan perusahaan yang sebelumnya dikelola ayah Irene harus ditinjau ulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di saat yang hampir bersamaan, ayah Irene mengalami stroke. Manajerial Manika pun sepenuhnya berada di tangannya. Bukan hanya bisnis yang ia kelola, tapi juga emosi, ekspektasi, dan beban keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrder sempat turun 50%. Karyawan hampir tidak beraktivitas, namun kebutuhan hidup mereka tak ikut berhenti.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Irene tahu ia tetap harus membayar mereka, meski pemasukan nyaris tidak ada. Ia memilih tidak bergantung pada pinjaman bank yang bunganya terus berubah dan kerap tidak berpihak pada usaha kecil. Pembayaran gaji dilakukan bertahap, mengikuti uang masuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusannya bertahan tanpa pinjaman bank itu bukan tanpa resiko dan bukan pula karena ambisi pribadi. Pilihan untuk berhenti pun terbuka untuk Manika Jewellery, namun tanggung jawab akan orang yang terlibat dibaliknya justru menjadi semangatnya untuk bertahan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\"><em>\u201cAda perajin, supplier, dan karyawan di belakang saya. <\/em><em><br \/>\n<\/em> <em>Kalau saya berhenti, saya meninggalkan banyak orang.\u201d<\/em><\/p>\n<hr noshade=\"noshade\" size=\"5px\" \/>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Bertumbuh Pelan, Tanpa Kehilangan Diri<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-148959\" title=\"Produk Manika Jewellery tembus pasar internasional\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1.jpg\" alt=\"Produk Manika Jewellery tembus pasar internasional\" width=\"1282\" height=\"986\" srcset=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1.jpg 1282w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-320x246.jpg 320w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-1024x788.jpg 1024w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-768x591.jpg 768w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-494x380.jpg 494w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-600x461.jpg 600w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154329\/creative-3-1-250x192.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 1282px) 100vw, 1282px\" \/>Pelan-pelan, Manika menemukan ritmenya. Pasarnya memang masih banyak di dalam negeri, namun berada di ruang-ruang yang mempertemukannya dengan pembeli global seperti di Bali, Jakarta, dan pameran seperti Inacraft. Di sanalah pertumbuhan terjadi, bukan lewat lonjakan besar, melainkan pertemuan-pertemuan kecil yang berulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembeli dari Jepang, Eropa, hingga Amerika datang, bertanya, lalu kembali. Ada kolektor yang terus mencari karya Manika dari tahun ke tahun. Layanan servis seumur hidup; memoles ulang, mengganti batu, dijaga sebagai bentuk tanggung jawab, bukan sekadar transaksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak 2016 hingga 2026, Manika hadir konsisten di Inacraft. Penghargaan seperti Femina Award dan Inacraft Award hadir bukan sebagai tujuan, melainkan penguat bahwa karya buatan tangan Indonesia mampu berdiri sejajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah industri yang bergerak cepat ke arah mesin dan otomatisasi, Manika memilih tetap handmade. Teknik tempa dikerjakan satu per satu, dengan segala konsekuensinya. Bagi Irene, ini bukan keterbatasan, melainkan sikap; menjaga perajin dan teknik tradisional agar tetap hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-148969\" title=\"Detail pengerjaan produk Manika Jewellery\" src=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1.jpg\" alt=\"Detail pengerjaan produk Manika Jewellery\" width=\"100%\" srcset=\"https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1.jpg 800w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1-320x151.jpg 320w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1-768x362.jpg 768w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1-494x233.jpg 494w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1-600x283.jpg 600w, https:\/\/media.polygonbikes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/13154333\/creative-5-1-250x118.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/>Godaan untuk mengikuti tren selalu ada. Manika memilih fleksibel tanpa kehilangan identitas: beradaptasi dengan pasar, menerima custom, namun tetap setia pada karakter batu alam dan filosofi kejujuran yang menjadi napasnya sejak awal.<\/p>\n<hr noshade=\"noshade\" size=\"5px\" \/>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Indonesia Bisa, Jika Kita Percaya dan Berjalan Bersama<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Irene, tantangan terbesar local brand Indonesia bukan kualitas, melainkan apresiasi. Ia melihat bagaimana orang luar sering kali lebih menghargai artisan dan sumber daya alam Indonesia dibanding kita sendiri. Masalahnya bukan kemampuan, tapi kesabaran dan kemauan untuk saling melihat, saling belajar, dan saling memperkuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks <em>Indonesia Bisa Bersama <\/em><a title=\"Polygon\" href=\"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Polygon<\/em><\/strong><\/a>, cerita Manika menjadi pengingat bahwa tumbuh tidak harus sendiri. Kebersamaan antar-brand lokal bukan berarti menyeragamkan, tapi berdiri sejajar dengan identitas masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Identitas tidak selalu ditemukan cepat. Tapi selama langkahnya mantap, selama nilai dijaga, perjalanan itu layak dijalani. Pesan Irene untuk pelaku brand lokal sederhana, tapi jujur:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\"><em>\u201cKenali apa yang kamu cintai dan ingin kamu tunjukkan ke dunia.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia Bisa bukan tentang siapa yang paling cepat besar. Tapi tentang siapa yang memilih menghargai potensi kekayaan alam dan keahlian perajin lokal, lalu berkomitmen merawat dan memberdayakannya, meski jalannya tidak pernah mudah.<\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DTz3zxeGKmG\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\">\n<div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DTz3zxeGKmG\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\">\n<div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\">\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div>\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div>\n<div style=\"padding-top: 8px;\">\n<div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\">\n<div>\n<div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: 8px;\">\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div>\n<div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: auto;\">\n<div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div>\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div>\n<div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\">\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div>\n<div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p><\/a><\/p>\n<p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DTz3zxeGKmG\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by Polygon Bikes ID (@polygonbikesid)<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><\/p>\n\n    <div class=\"xs_social_share_widget xs_share_url after_content \t\tmain_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content\">\n\n\t\t\n        <ul>\n\t\t\t        <\/ul>\n    <\/div> \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak semua keputusan besar dimulai dengan keraguan. Bagi Irene Setiawati, keputusan untuk melanjutkan dan membesarkan Manika Jewellery justru lahir dari keyakinan yang tenang, bukan karena jalannya sudah sepenuhnya jelas, melainkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4061,"featured_media":148929,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[890],"tags":[6535,8266,7910,8265],"acf":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4061"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=148928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":148980,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/148928\/revisions\/148980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/148929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=148928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=148928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=148928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}