{"id":11642,"date":"2017-07-26T08:40:04","date_gmt":"2017-07-26T08:40:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/2017\/07\/26\/nadine-chandrawinata-cerita-di-balik-video-follow-your-own-path\/"},"modified":"2025-06-24T08:58:02","modified_gmt":"2025-06-24T01:58:02","slug":"nadine-chandrawinata-cerita-di-balik-video-follow-your-own-path","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/nadine-chandrawinata-cerita-di-balik-video-follow-your-own-path\/","title":{"rendered":"Nadine Chandrawinata: Cerita di balik video \u201cFollow your Own Path\u201d"},"content":{"rendered":"<section class=\"content\">\n<div class=\"left body-text\">\n<p>Berawal dari visi yang sama, Polygon dan Nadine Chandrawinata berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang. Setelah kami berdiskusi panjang, kami akhirnya memutuskan untuk mengawali-nya dengan sebuah esensi dasar dalam hidup manusia yaitu sebuah &#8220;passion&#8221; melalui kampanye global kami &#8220;follow your own path&#8221;. Kami percaya bahwa ketika memulai sesuatu dengan passion, akan membuat hidup kita lebih bahagia, dan kali ini kami akan berbagi cerita dan kisah di balik perjalanan dan perjuangan menghadirkan sebuah karya visual untuk membagikan energi positif tersebut.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Jogja, menjadi lokasi yang kami pilih. Sebenarnya lokasi yang mainstream dan seringkali digunakan film maker lainnya membuat sebuah karya visual, tapi kami mencoba melihat dari sudut pandang yang lain. Kami menjuluki Jogja sebagai &#8220;Ubud&#8221; yang ada di Pulau Jawa. Lokasi yang sangat kental dengan kuliner, peninggalan purbakala, heritage keraton, arsitektural gedung-gedung peninggalan Belanda, sampai seni tradisi pun hidup dan berkembang di sana. Kami melihat bahwa karakter Jogja sangat sesuai dengan apa yang kami bayangkan dalam karya ini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Behind The Scene Follow your Own Path - Nadine Chandrawinata\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OmRy0bnEhro?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"left body-text\">\n<p><strong>Hari pertama<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Kami memulai syuting di sekitaran Jalan Desa Pereng Kulon, Prambanan, mengambil sisi humanis dan semangat dengan visualisasi para petani di pagi hari serta anak-anak yang sedang berangkat sekolah. Suasana khas pedesaan berpadu dengan keramahan masyarakat sekitar yang membuat proses pengambilan gambar dalam scene ini terasa begitu menyenangkan.<\/p>\n<p>Setelah itu, kami beralih ke daerah sekitar keraton Jogja, mengambil sisi budaya dalam video ini dengan visualisasi membatik yang menggambarkan kebudayaan dan kemodernan yang berbaur menjadi satu. Eksotisme dan kenggunan proses membatik, juga membuat Nadine tertarik untuk mencoba membatik, &#8220;yah paling tidak mencoba sesuatu baru yah&#8221;.<\/p>\n<p>Beralih ke lokasi yang lain, kami juga mengambil sisi lain suasana vintage khas kota Jogja dengan latar belakang hotel Adhistana yang iconic dan instagramable.<\/p>\n<p><strong>Hari Kedua<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Kami berangkat subuh, untuk mengambil momen yang tepat di lokasi landasan pacu pantai depok. Lokasi yang merupakan jalan besar seperti bekas perlintasan atau landasan pesawat yang berada di dekat bibir pantai depok. Salah satu scene yang menarik, karena pada scene ini kami berkolabrosasi dengan komunitas sepeda di Jogja yang juga memiliki visi yang sama dengan kami, yaitu teman-teman dari komunitas sepeda polygon Indonesia, Jogja brutal pedal, jogja happy bikers dan polygon xtrada riders. Kami menggabungkan semangat dan energi yang sama untuk menyampaikan pesan \u201cfollow your own path\u201d dengan lebih masif.<\/p>\n<p>Setelah itu, kami beralih mengambil view hutan Pinus Pengger yang berada di bagian paling utara Jogja, tepatnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan pathuk Gunung Kidul. Kami mengambil sisi lain dari eksotisme hutan pinus yang menggambarkan sosok Nadine Chandrawinata, perempuan tangguh yang terkenal dengan kecantikan dan kecintaannya terhadap alam. Scene ini menunjukkan dibalik segala hal spektakuler yang dilakukannya, ada sesuatu yang membuatnya mampu bertahan dan bekerja keras untuk sampai ke titik ini, yaitu <em>Passion. <\/em>Di sini, Nadine akan bercerita tentang <em>passion<\/em>nya dalam melakukan segala hal yang dicintainya.<\/p>\n<p><strong>Hari Ketiga<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Kami mengambil lokasi di rumah paris yang memiliki konsep dan dekorasi bertema vintage,untuk memprkuat tema classic pada video ini. Ini menjadi hari terakhir dari keseluruhan rangkaian produksi karya visual kami, dan kami menikmati setiap momen dan kami akan kembali ke kota kami masing-masing dengan membawa semangat den memberikan inspirasi bagi banyak orang.<\/p>\n<p><em>&#8220;Passion merupakan proses. Jatuh, gagal, bukan alasan untuk berhenti, melainkan perjuangan yang melebur dalam emosi dan menjadi bagian dari hidup. Saya percaya jika kita telah menemukan passion, bersiaplah untuk berubah dengan menjalani kehidupan dengan penuh gairah&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>Nadine Chandrawinata \u2013 Brand Ambassador Polygon Bikes Indonesia<br \/>\n<\/em><\/p>\n<p>Kami mempersembahkan karya ini untuk mengajak kalian berani keluar dari zona nyaman dan melakukan apapun yang menjadi passion-mu. Jadi bagikan energi positif ini ke lebih banyak orang dan jadilah inspirasi! Gunakan hashtag #Followyourownpath di media sosial untuk menyebarkan dan membagikan semangat ini ke lebih banyak orang di sekitarmu!<\/p>\n<p>Terkhusus, terima kasih untuk semua orang yang terlibat dalam karya ini.<\/p>\n<\/div>\n<\/section>\n\n    <div class=\"xs_social_share_widget xs_share_url after_content \t\tmain_content  wslu-style-1 wslu-share-box-shaped wslu-fill-colored wslu-none wslu-share-horizontal wslu-theme-font-no wslu-main_content\">\n\n\t\t\n        <ul>\n\t\t\t        <\/ul>\n    <\/div> \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berawal dari visi yang sama, Polygon dan Nadine Chandrawinata berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang. Setelah kami berdiskusi panjang, kami akhirnya memutuskan untuk mengawali-nya dengan sebuah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11643,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[890],"tags":[915,914],"acf":[],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11642"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11642"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122617,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11642\/revisions\/122617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.polygonbikes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}